Kamis, 12 April 2012

PENGELOLAAN DANA



PENGELOLAAN DANA

Perwujudan pendidikan bermutu di sekolah Katolik membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini tidak dapat dibebankan pada lembaga tersebut saja tetapi dibutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak lain. Pembentukan Gerakan Orang Tua Asuh menjadi satu solusi untuk mewujudkannya.
Dana yang dibutuhkan setiap bulan adalah Rp 75.550.000,00 dengan rincian sebagai berikut :
1. TK              : Rp 300.000,00 X 26  = Rp  7.800.000,00
2. SD              : Rp 350.000,00 X 73  = Rp 25.550.000,00
3. SMP            : Rp 400.000,00 X 77  = Rp 30.800.000,00
4. SMK            : Rp 400.000,00 X 26  = Rp 10.400.000,00
5. SDN            : Rp   90.000,00 X 10 = Rp      900.000,00
6. FPIS            :                                  Rp   1.000.000,00
Dana bantuan uang pangkal untuk siswa adalah Rp 34.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
  1. TK ke SD Katolik                sebesar Rp 1.000.000,00 X 16 siswa = Rp 16.000.000,00

  2. SDN ke SMP Katolik          sebesar Rp 1.500.000,00 X 12 siswa = Rp 18.000.000,00
Besaran SPP pada tiap jenjang sekolah adalah perkiraan SPP rata-rata pada jenjang tersebut di sekolah Katolik. Dana sebesar Rp 75.550.000,00 diasumsikan dapat meringankan kebutuhan SPP yang riil dan dana insidentil untuk bantuan uang pangkal sebesar Rp 34.000.000,00 (dalam tahun pelajaran 2012/2013).
Penerimaan dana melalui:
1. Tunai
2. Rekening Bank BCA ( 1882525257 ), atas nama Rm. Antonius Sad Budianto, CM.
3. Rekening CU ( A 171 ), atas nama Seksi Pendidikan.
Penyaluran dana:
Semua dana yang terkumpul akan disalurkan kepada para siswa yang membutuhkan oleh Sie Pendidikan sesuai dengan ketentuan:
a. Dari keluarga yang tidak mampu (melalui survei)
b. Anak yang berkebutuhan khusus (melalui survei)
c. Prestasi (rapor tiap semester)
Dengan asumsi data yang dipergunakan adalah banyak siswa yang memerlukan bantuan pada tahun pelajaran 2011/2012. Semoga informasi yang kami berikan dapat menggugah para dermawan yang berkenan membantu sesama kita yang membutuhkan sehingga mereka dapat mengenyam pendidikan bermutu melalui pendidikan di sekolah Katolik. Tuhan memberkati karya kita.

Tim Pelaksana


TIM PELAKSANA

  1. Pelindung                : Rm. Antonius Sad Budianto, CM
  2. Penasihat                : Ir. Stanislaus Kuntjoro
  3. Ketua                     : Drs. Ignatius Oky Soerjanto
  4. Wakil Ketua           : Fendi Zein
  5. Sekretaris 1            : Dra. M.M. Emi Tabawati, M.Pd
  6. Sekretaris 2            : M.G. Lannie
  7. Bendahara 1           : Dra. Lusia Krismi Harnani
  8. Bendahara 2           : Vinsensia Ida Asih Pratiwi

INDIKATOR, MATERI, DAN METODE


D.  INDIKATOR KEBERHASILAN

Adanya donatur yang membantu, adanya pemerhati pendidikan (pakar pendidikan, psikolog, relawan), bertambahnya nilai bantuan yang diterima, bertambahnya penerima bantuan SPP.


E.  MATERI POKOK

Data umat yang bersekolah di lembaga katolik dan non katolik, banyak siswa yang mendapat bantuan secara finansial baik di sekolah katolik dan non katolik, serta jumlah finansial yang sudah diberikan oleh paroki dan sumber dana yang diperoleh.

F.  METODE

  1. Presentasi
  2. Dialog

Sasaran


  1. Untuk umat yang berpartisipasi: para pemerhati pendidikan, para donatur, para pakar pendidikan dan pakar psikologi, para relawan
  2. Untuk umat yang membutuhkan: siswa TK, SD, SMP, SMK, dan siswa lain dengan kasus khusus

Tujuan


1.   Umat bisa secara aktif membantu dunia pendidikan baik berupa bantuan finansial maupun pemikiran.
2.   Umat dapat menyampaikan ide-ide untuk dapat menunjang program dari Sie Pendidikan.
3.   Umat yang menerima bantuan bisa lebih menikmati pendidikan yang bermutu.
4.   Lebih banyak umat yang terbantu.

Latar Belakang

LATAR BELAKANG


Semua orang berdasarkan martabat mereka selaku pribadi, mempunyai hak yang tidak dapat diganggu gugat atas pendidikan yang cocok dengan tujuan ( PIUS XII, Amanat radio, 24 Desember 1942). Tujuan pendidikan adalah pembinaan pribadi manusia demi kesejahteraan kelompok-kelompok masyarakat. Konsili Vatikan II menyatakan bahwa anak-anak dan kaum remaja berhak didukung untuk belajar menghargai dengan suara hati, nilai-nilai moral, serta dengan tulus menghayatinya sehingga makin sempurna mengenal serta mengasihi Allah. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk pendewasaan pribadi, tetapi terutama untuk makin mendalami misteri keselamatan dan untuk makin menyadari kurnia iman. Oleh karena itu Konsili mengingatkan kepada para gembala jiwa-jiwa akan kewajiban mereka untuk mengusahakan supaya seluruh umat beriman menerima pendidikan kristiani.(Konsili Vatikan II, Konstitusi Dogmatis tentang Tugas Pastoral para Uskup dalam Gereja, art 12-14).
Konsili suci mendorong umat beriman, supaya rela memberi bantuan untuk menemukan metode-metode pendidikan serta sistem pengajaran yang cocok, dan untuk membina guru-guru agar mampu mendidik kaum muda sebagaimana semestinya. Kehadiran Gereja di dunia persekolahan secara khas melalui sekolah katolik. Ciri khasnya adalah menciptakan lingkungan hidup bersama di sekolah, yang dijiwai semangat Injil, kebebasan dan cinta kasih, dan membantu kaum muda supaya dalam mengembangkan kepribadiannya sekaligus berkembang sebagai ciptaan baru (Konsili Vatikan II, Pernyataan tentang Pendidikan Katolik, art 8.). Gereja sangat mendorong kaum muda, untuk menyadari keluhuran tugas mendidik, dan menyediakan diri dan penuh kebesaran jiwa menerima tugas mendidik.
Orang tua adalah pendidik mereka yang pertama dan utama. Keluarga itulah lingkungan pendidikan pertama bagi keutamaan-keutamaan sosial yang dibutuhkan oleh setiap masyarakat. Keluarga kristiani diperkaya dengan rahmat Tuhan serta kewajiban sakramen perkawinan. Anak-anak sejak dini harus diajari mengenal Allah serta berbakti kepadaNya dan mengasihi sesama, seluruh iman yang telah mereka terima dalam pembaptisan. (Konsili Vatikan II, Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, art 11 dan 35)
Masyarakat pun mempunyai kewajiban dan hak tertentu, sejauh merupakan tugas wewenangnya untuk mengatur segala sesuatu yang diperlukan bagi kesejahteraan umum di dunia. Secara istimewa Gereja bertugas mewartakan jalan keselamatan pada semua orang, menyalurkan kehidupan Kristus kepada umat beriman, serta tiada hentinya penuh perhatian membantu mereka, supaya mampu meraih kepenuhan kehidupan itu.(Pius XI, Ensiklik Divini illius Magistri: AAS 22, tahun 1930, hal. 63).
Sebagian umat belum mendapatkan pendidikan yang bermutu di sekolah Katolik dikarenakan keterbatasan biaya pendidikan sehingga Sie Pendidikan perlu membentuk sebuah wadah yang bisa menjembatani umat agar bisa berpartisipasi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua umat di Paroki Kristus Raja.
Hal ini berkaitan dengan prioritas program bidang pastoral pendidikan dalam hal pengembangan kesadaran dan partisipasi umat dalam upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua orang.